Kemaren ke MKG. Ama Ms. Shinta & Ms. Nenny. Gue seneng. Karena perginya lucu. Perjalanannya lucu. Jauh. Tapi gue seneng . Banget. Mungkin emang norak, tapi gue enjoy banget. Pulang rasanya males. Pingin naek bus way terus bolak balik arah monas - MKG. Makan di Gokana terus antri beli J.co. Biasa kan? Biasa banget. Biasa antri.
Ngomongnya lucu. Ngobrol di Gokananya juga lucu. Antri J.Co lucu. Tapi pas pulang pisah ama Ms. Shinta. Dia mau ke arah lain. Jadilahkan gue ama Ms. Nenny naik angkot. Nah itu juga lucu. Supir angkotnya ngebut aja gitu ne’. Bikin gue mental2 di dalem angkot, lucu….nggak komplain gue. Sumpeh. Terus antri busway yang ke monas. Hhmmm enak. Udah nyaman. Supirnya bagus nyetirnya. ACnya dingin. Senang lagi. I love my trip.
Ada kebegoan - kebegoan, ada hal2 nggak penting, ada kepandiran - kepandiran, Menyenangkan sekali. I miss going out like this. I loved it. Konyol gitu ne’.
Yang menyenangkan adalah to get to know your peers outside of work. Ms. Nenny yang srimulat gitu sama Ms. Shinta yang diem2 tapi ternyata nanya dalam hati apakah itu MKG. Dan waktu pernyataan itu keluar yang ada dalam otak gue adalah…”Ms. Shinta emang MKG itu sebelah mana? Bukannya kita mau ke MKG”…..Kwaw…kwaw….
Cing? Bego banget gue…. Tapi gue seneng. I realize my own stupidity.
Semua urusan sekolah emang harus diselingi kekonyolan nggak penting seperti ini. Gue akhir2 ini bludrek. Terapi menata otak gue untuk membagi tugas2 yang harus diselesaikan sekarang juga is a challenge for me.
Karena a team itu ada strong and weak point. Yang harus gue lakukan adalah memaximize strength team gue dan meminimize our weaknesses. Dan setelah trip to …”Emang kita bukannya mau ke MKG ini?” i feel lucky to be part of a team yang punya kemampuan untuk melakukan itu. Maximize your strength, and minimize your weaknesses. I’m happy.