I’ve read this book and it really fascinates me. 5 people you meet in heaven. Kalo loe nggak semakin bijak setelah baca buku ini, I think you just waste your money and time. Gue selalu percaya bahwa 1 kehidupan berhubungan dengan 1 kehidupan yang lain. Dan tidak ada dalam hidup ini yang kebetulan. Semuanya sudah direncanakan dan digariskan. Dari bagaimana loe mengambil nafas di pagi hari saat loe baru mau memulai hari loe sampai loe akan nutup mata untuk tidur. Digambarinnya malah dari bagaimana loe bangun, kaki mana dulu yang turun, tangan mana dulu yang naik karena loe ngulet, dan langkah mana dulu yang loe ambil saat mau keluar dr kamar. Sebegitu detailnya Tuhan merencanakan segalanya bagi kita dan itu semata – mata untuk kebaikan kita. Nggak pernah satupun hal yang digariskan oleh Tuhan tidak bertujuan untuk kebaikan kita.
Yang gue sangat kagum dari buku itu, ternyata banyak banget yang bisa gue pelajarin. Dan bagaimana gue bisa melihat sesuatu out side the box, tapi gue rasa itu karunia Tuhan deh… bukan gue. Buku itu ngebuat gue percaya bahwa selama ini apa yang gue jalanin … ternyata so far nggak ada masalah. Terutama soal.. you know what. Semua orang selalu bilang “Loe bagaimana mau punya pasangan, orang loe nggak nyari?”
Dan gue paling cuman senyum geblek.. dan kalo gue lagi mood baik gue jawab “Nanti juga ada” kalo mood jelek “So? It’s not like I’m going to die if I don’t have a boyfriend!!!… urusan loe?”.
Ternyata menjadi manusia nggak melulu mengenai pengakuan identity disini. Yang buntut2nya dateng dari orang lain. Menurut gue, lebih baik jadi manusia yang nggak perlu ngomong “loe bagaimana mau punya pasangan" tadi. Pertama… itu bukan urusan loe dan kedua you can’t really tell that kind of thing.
Mati, duit, dan love adalah hal2 yang manusia nggak bisa pegang kapan datang dan kapan perginya.
I love my family more after reading this book. Dan honestly, it’s a relieve. Gue nggak pernah menyesal nggak pernah mabok, never pesta gila2an, never punya geng cewek yang selalu kemana-mana on the weekends, punya tattoo, piercing di tempat2 nggak lazim :), tapi gue nyesel gue dulu pernah nggak dengerin omongan nyokap about to not dating a junkie…hihihi… guess we all have our moments.
Terutama tentang temen. I said to my self, temen gue sedikit but they’re a keeper. It was like … Atit is enough, Nadya is special, and Nanda is a bonus…. I’ve got everyone i needed for friends in my life.
I wonder kalo gue jadi tokoh dalam buku itu gue akan ketemu 5 orang yang dalem buat gue di heaven… ekekekekekek. Di dunia aja nggak gaul gimana di alam sana cing?
Kalo gue punya wishes, the 5 people i should meet in heaven are:
1. My grandma — Mum’s biological mother.
2. My grandpa — Mum’s dad.
3. My grandpa — Dad’s dad.
4. My grandma — Dad’s mother.
5. My sister — just want to ask her, am i a cool sister?
Btw… my big condolences for oom Chrisye yang udah dipanggil yang Kuasa. Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT dan oom Chrisye mendapatkan tempat yang baik di sisiNya… Amien.