Archive for August, 2008

Protected: So Bad at One

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Protected: Bold Bitch

This post is password protected. To view it please enter your password below:


LOST

Abis urusin Indie dari pesta ulang tahun dan anterin pulang, gue langsung cabut lagi ke salon. As usual telat dari janji yang udah dibikin. :(. Kemaren cranky abis. Jalanan sangat nggak friendly. Macet, panas, dan … nggak tahu kenapa tapi kemaren gue berantem mulu sama pengendara motor. Disamping emang emosi gue setelannya udah tinggi dan galak, yang gue nggak habis pikir … motor kemaren banyakkkkkkkkkkkkkkkkkk banget di sekeliling mobil. Ampun. Yesterday’s traffic was worst than berangkat kerja hari senin atau pulang kerja hari jumat. :(.
Ketemu ama dia, ke PS, nongkrong deh. Bayaran yang sepadan setelah merawat anak2 dari jam 5 pagi, hari Sabtu ini. Paling enak ngobrol ama dia, karena sekali lagi … nggak nge-judge. Gue belajar nggak nge-judge ya dari dia. Sama lah urusannya. Rumah tangga, uang belanja, ngerawat anak, dan paling utama nge-rawat anak2 kalo mereka moodnya lagi nggak stabil. Penting.
Gue paling seneng debat ama dia, karena debat ama dia memperkaya gue. Gue sangat suka ama orang yang tough, dependable, independent, nggak ngeluh, bisa idup dalam kondisi apa aja, dan terutama punya believe bahwa keutuhan dan keutamaan loe jadi manusia itu adalah dengan facing all the challenges yang ada … di depan muka. And that is what she is now. Today makan enak, besok makan ikan asin, dia bisa. Today bawa mobil, besok naik ojek, dia bisa. Dari semua my friends yang hidup bergelimangan fasillitas ortunya, just her yang bisa proof bener2 jadi orang yang tough, dependable, independent, nggak ngeluh, dan bisa idup dalam kondisi apa aja.

Nggak selamanya loe di atas. Lagian apa sih enaknya idup begitu aja? Sekarang kaya besok miskin, sekarang miskin besok kaya. Tapi bukan berarti kita nggak punya plan kan??? At least kalo besok kita tiba - tiba end up kehilangan orang yang kita care atau kehilangan segala fasilitas yang kita punya, kita sudah memberikan effort kita yang terbaik untuk fight for it. Dan once again at least kita nggak kehilangan diri kita sendiri. Believe me, jadi selongsong kosong tanpa tahu apa tujuan loe exist itu lebih menyebalkan daripada kehilangan pacar atau kehilangan uang. Uang, well itu masalah rezeki cing. Di tangan Tuhan ajah. Bersyukur aja sebanyak apa yang loe punya. Kalo lover, yah … di tangan Tuhan juga. Kalo loe nggak love him or her sepenuh hati, untuk apa dipertahankan? Sepenuh hati = also loving his or her flaws. Bisa nggak loe? Atau kalo loe mempertahankan pasangan loe hanya karena loe takut nggak ada lagi yang akan loving elo sepenuh hati kayak dia, yah … cukup tahu, loe pasti juga takut, kalo disuruh ke stasiun gambir jam 7 malem buat mesen tiket kereta api? Kalo gue bilang loe egois, aaahhh itu sih label yang terlalu keren. Cocoknya, loe adalah … PENGECUT yang egois. A selfish chicken shit.

Nggak ada yang pasti di dunia ini kecuali DEATH, TAXES, and the Fondness of guys for free PORN!!!!

This Saturday

Sabtu pagi ini, abis anterin Kathy keponakan gue ke sekolah gue akan anter Indie adiknya ke pesta ulang tahun anak temen kantor di GM Puri. Asik asik .. pesta ama anak - anak. Sedikit seneng, karena gue didukung ama temen2 gue yang udah pada nikah dan punya anak dalam merawat keponakan2 gue yang sekarang tinggal ama gue. Nggak tahu kenapa, ini lebih menyenangkan daripada jalan sama semua temen2 yang cuman minum2 terus ngobrol ngalor ngidul nggak jelas. Gue merasa idup gue lebih berisi lebih berwarna lebih … menyenangkan. Saat tangan kecil itu selalu pegang tangan gue di supermarket, saat mereka minta maunya cuci2 sama gue (karena sama gue katanya lebih bersih … asikkkk), dan saat mereka mau tidur dan bilang, “Tante, kamu disini sampai aku tutup mata ya?”.

Dan pertanyaan 1 juta dollarnya … beberapa hari yang lalu mereka tanya, “Tante, kamu bahagia nggak tinggal ama aku??? Aku happy”

Being a mother katanya the highest calling, punya pasangan katanya penting, punya anak dari darah sendiri katanya essential supaya kita bisa meneruskan tradisi kita, tapi mendengar keponakan gue ngomong kayak gitu … Gue tambah yakin bahwa life is not all cuman melakukan apa2 yang udah gue sebut diatas. Gue lebih baik mengisi idup gue dengan melakukan yang terbaik buat my parents and my nieces.
Idup sendiri sampe mati? So? Kalo mati, udah bau dalem rumah entar juga ada yang makamin …

Cheating ya Cheating …

Buat gue, learning is a process yang berjalan terus menerus selama kita masih mau hidup. Selama kita mau masih jadi manusia yang memanfaatkan segala yang udah diberikan Tuhan. Diberikan otak buat mikir, tangan untuk membantu atau melakukan hal baik, dan kaki … untuk selalu berjalan ke arah yang baik.
Belajar dari kasus perselingkuhan?
Leave ASAP. Begin a fresh start.
Berbusa deh gue, kalo ngomongin soal cheating.
Gue nggak pernah setuju dan gue condemned berat orang2 yang cheating. Cheating ya cheating …
Apalagi pake alesan, melakukan cheating karena pasangannya punya kekurangan. Kayak dirinya sendiri nggak punya kekurangan aja. Jarang, peselingkuh yang ngaku … atau yang bilang, “Gue emang salah”. Pasti yang paling utama nunjuk hidung orang lain dulu. Mestinya kalo nggak suka, putus atau cerai aja. Nggak dengan menyakiti begitu. Gue nggak bilang putus atau cerai nggak painful, tapi at least … ini jalan yang legitimate …

Semua orang punya kekurangan.
Tapi bukan berarti loe boleh cheating. You talk dengan pasangan loe. Find a Solution. Solve the fuckin’ problem.
Nggak nge-judge, but again .. rasanya aneh kalo kita membiarkan judgment kita akan measurement body seseorang membuat kita mau tidur ama orang lain, membiarkan uang berlimpah membuat kita meninggalkan anak2 kita di rumah, muka keren atau mobil bagus … membiarkan vaginas atau penises justru menjadi organ yang mengendalikan otak kita.

Nggak kebalik, cing??

Cheating ya cheating.

Chasing Cars … Chasing You

We’ll do it all, everything, on our own

We don’t need anything or anyone

If I lay here If I just lay here

Would you lie with me And just forget the world

I don’t quite know how to say how I feel

Those three words are said too much

They’re not enough If I lay here

If I just lay here Would you lie with me

And just forget the world

Forget what we’re told

Before we get too old

Show me a garden that’s bursting into life

Let’s waste time

Chasing cars Around our heads

I need your grace to remind me to find my own

If I lay here If I just lay here

Would you lie with me

And just forget the world

Forget what we’re told Before we get too old

Show me a garden that’s bursting into life

All that I am All that I ever was Is here in your perfect eyes

They’re all I can see I don’t know where

Confused about how as well

I just know that these things Will never change for us at all

Chasing Cars - Snow Patrol

I love you. I wish I had said that out loud. Though it will never change for us at all. Still, I wish I Had.

Kamar Nca

Masalah ngobrol atau hang-out … nggak tahu kenapa, mau mall
segede apa, semodern apa, secanggih atau selengkap apapun, buat gue dari dulu paling enak ngobrol ama Nca and Ade di kamarnya Nca. Pake kipas angin, ada Nca atau Ade, internet nyala plus ditemani dengan aroma bermacam – macam di kamar itu seperti minyak wangi, minyak kayu putih, balsam, hand & body cream, atau tas kulit … udah deh … gue udah nyaman2 aja tuh. Gue bisa ngobrol, tidur, bangun, terus ngobrol lagi baru deh pulang … kadang2 ada jus.
Andalan neee’. Jus depan rumah Nca … atau belakang ya? Eh atau samping ya?
Nggak tahu deh darimana tuh jus dibelinya, pokoknya Tutty atau Imas, maidnya
Nca tau aja … dimana itu jus dihasilkan. :P. Bukannya hemat, sorry ya, gue
bukan pelit atau mau enaknya aja, cuman kadang2 pas saat ngobrol ada mama Nunung ikut … atau Papa Hatta lewat kayak iklan, atau kadang mukanya Iyai nongol dari pintu untuk sekedar nanya hal2 yang … yah sebenernya sih dia udah tahu jawabannya … :P. Hehehe …

Kamarnya Nca biasa. Nggak yang dihiasi dengan interior mahal atau di-design minimalis yang lagi ngejamur kayak kacang goreng. Dan saking menjamurnya si design minimalis itu, design minimalis pernah ngebuat gue beberapa kali nyasar ke rumah temen gue yang di design begitu … Ihhhh … sumpeh pasaran berat!.  Susah neee’ bedaiinnya.

Kamarnya Nca ada aroma balsam, ada aroma minyak wanginya, ada aroma buku2nya yang amit2 banyak banget … tapi nggak tahu kenapa, gue pasti
langsung pingin tidur aja menjatuhkan badan gue di kasurnya everytime gue
kesana. Dan kadang2 ada aroma seprei udah seminggu nggak diganti disana … Which is fine with me.

Dan sekarang udah mau deket Nca married … eh gue malah kayaknya udah lama banget nggak ke rumahnya … lebih tepatnya ke kamarnya. :P. Menghabiskan waktu ama dia sampe bego, sampe dia bosen, sampe gue nangkep gelagat bahwa sebenernya dia udah nggak mau gue ada di kamarnya atau malah udah bosen karena gue nggak pulang2, sampe udah nggak tahu mau ngapain lagi dan akhirnya gue atau dia bilang “Ngopi?”, atau paling buruk dicuekin ama dia dan dia … tidur aja gituh dan BTnya gue langsung gue lampiaskan ke Ade. It’s Ade for God sakes, who cares for her comfort? *tawa
setan*

Oh kamar Nca … I miss that macem2-smell room …