Archive for September, 2008
Ooh Balas Jasa
Beberapa hari yang lalu gue nonton Oprah di Hallmark channel. Kebetulan pas banget episode yang diputer adalah tentang kasus anak umur 13 tahun yang ditembak sama bokap temennya. Gue lupa kasusnya kenapa tu anak ditembak. Bottom line, yang banyak dibahas disitu adalah pendapat orang tua si anak tentang kasus yang sudah merenggut nyawa 1-1nya anaknya. Dan anaknya tuh yang lagi santai aja gitu keluar sekola’an.
Gue tertarik mendengarkan … karena gue pikir show ini akan menemukan suatu breakthrough dengan mungkin diberlakukannya suatu aturan baru or … apalah .. terserah, yang jelas yang bisa bikin sekolah lebih aman untuk anak2. I mean, hey it’s America cing. The world’s biggest capitalist country, gitu loh.
Tapi, … gue ilfil ama omongan orang tua anak yang ditembak. Apalagi waktu gue jelas2 mendengar bahwa si orang tua tersebut mengatakan bahwa dia sudah kehilangan INVESTASI kesejahteraan mereka 1-1nya lewat orang konyol yang sakit jiwa dengan senjata di tangan di area sekola’an. Mereka bilang, mereka udah melakukan 2-3 pekerjaan untuk menyanggupi biaya hidup dan mengumpulkan uang untuk nyekolahin anak umur 13 taun itu nanti ke sekolah hukum. In order to get the family to a higher level economy, dan sekarang semuanya musnah sia – sia di tangan psychopat …
Gue agak menaikkan alis. Hellooowwww??? Investasi?
Kok jadi kedengeran kayak komoditas ya? Kalo loe invest, loe ngarep suatu balik kan? Or loe adalah pembohong besar dan of course … so full of shit.
Melakukan 2-3 pekerjaan untuk nyekolahin tu anak ke sekolah hukum?
Ho ho ho … Itu tugas loe jadi orang tua. Masalah loe. Lagian kenapa sampe kerja 2-3 jenis … nggak mau cape’? Ya udah nggak usah sekolahin hukum dong neee’? Sekolahin aje yang lain … emang kalo anak loe nggak bisa ngehasilin let say US$ 500,000 setahun terus anak loe akan menderita gituh?
Tapi kalo loe menganggap itu investasi dengan pikiran, setelah anak loe jadi lawyer berarti loe akan pension dengan ongkang2 kaki, karena loe mikir “it’s payback time, kiddo!!!” … WELL, YOU’RE DEFINITELY NOT A GOOD PARENT. Buat gue, beginian ada rumusnya. Jadi anak jangan nyusahin orang tua. Jadi orang tua jangan nyusahin anak.
Balas jasa dari anak karena telah merawat sedemikian lama, ngebayarin sekolah sampe S2, hamil 9 bulan dan dengan susah payah berjuang antar hidup dan mati karena telah melahirkannya? Never sedikit pun loe ngarep dibales.
Believe me … loe akan mendapatkan kekecewaan. Gue sangat menentang orang2 yang memiliki anak dengan alasan2 dangkal ini. Udah kewajiban orang tua mendidik dan menghidupi anak2nya. Tuhan tidak pernah bilang menjadi orang tua itu mudah, tapi I think Tuhan menjanjikan bahwa setiap effort yang loe lakukan di dunia ini akan worth it. Untuk diri loe sendiri. Loe seharusnya menjadi manusia yang lebih baik setiap melalui level hidup yang udah loe pilih.
Jadi orang tua sulit, tapi bukan berarti jadi anak itu tugasnya cuman belajar sampai pinter supaya jadi sarjana atau mau disuruh makan makanan bergizi yang kadang2 rasanya kita nggak suka ama orang tua supaya tinggi badannya nambah.
… coba diinget – inget lagi … Pernah nggak loe thinking about saying, “oh God, What have I done sampe gua bisa dapet anak kayak gini?” or … well, something like that. And I’m talking about how those words have just crossing your mind aja … not yet said.
Hmmm, that’s one of the syndromes that you want to be repaid after all you did for your child.
Kewajiban anak? Menghormati orang tuanya. Walaupun orang tuanya perampok, penjudi, pezina, prostitute, penipu, pembohong, pembunuh, pencuri, koruptor, pengkhianat bangsa, tukang adu domba dan segala macem profesi atau sifat yang seharusnya berada di dalam got. Selesai. Titik. Period.
Dengan perbandingan bahwa orang tua seharusnya udah hidup lebih lama daripada anaknya. Lebih banyak melihat sisi kehidupan. Lebih banyak melihat yang baik dan buruk. Namun memilih untuk bersikap atau berbuat seperti jenis – jenis sifat di atas.
Dan si anak HARUS tetap menghormatinya.
Loe pikir mudah? THINK AGAIN.
No one said it would be easy to be a parent.
Nggak ada balas jasa. Apalagi tanda jasa. Nggak ada juga istilah investasi balik modal. Sukur2 loe masih bisa liat muka anak loe lebih dari sekali tidak hanya saat lebaran dalam setahun. Kalo loe menganggap diri loe orang yang paling baik dan paling decent untuk menjadi orang tua, loe cuman bisa punya harapan bahwa anak loe akan 100 juta kali lipat menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat dari elo, UNTUK ORANG LAIN DAN LINGKUNGAN SEKITARNYA, kalo mau lebih ekstrim lagi BUAT DUNIA, bukan buat elo.
Helllowwwwww, have you guys check out Bill Gates donation all over the world?
Haraplah itu.