Archive for December, 2008

Nca’s fam, eyes.

7 hari internet gue mati karena gue salah password. Dan si Oncom ini dengan polosnya mikir karena telat bayar … hihihi. Untungnya bukan. ekekekekeke. Jadi pas udah nyambung, senengnya setengah mati. Langsung online bales2in offline message orang2 di YM.

Kangen ama keluarga petukangan. Papa Hatta, Ma Nung, Ade, and Nca. I even miss their Sundanese maid. Cewek Sunda yang dengan ramah menerima gue walopun juragannya nggak ada di rumah. I miss how they’re talking in Sundanese and I absolutely have no idea what the hell they are talking about. Namun, gue lagi lebih banyak diperlukan di rumah.
So mesti banyak menahan kangen … kalo kita sayang ama orang kita mesti bersabar kan kalo mau ketemu. Atur waktu lagi dan yang jelas … nggak boleh emosi walopun kangen setengah mati. Cinta mengalahkan segalanya. Dan gue love those people above so much setelah my fam.
Hiiiii, takut. I now even think gue mulai tergantung ama Adenya Nadya. Nggak pernah punya adik kan gue hiks. Mereka bisa tuker2 baju, tas, make-up, sepokat … huuuu. Sayang aje ukuran mereka nggak ada yg muat di gue.

Back to betapa senengnya gue krn Provider udah on gue langsung balesin offline messagenya Se. Eh kok pas bgt dia lagi ol. Jadilah kt langsung OL …ngedenger curhatannya ttg pekerjaannya di DC, repotnya nggak punya supir, baliknya dia dengan istrinya alias nggak jadi divorce, dan kemungkinan dia pingin punya anak ama istrinya … I’m so happy mendengarnya.
Lalu, jeng jengggggggg …. dia ngirim msg:
Kamu pernah regret nggak sih karena saya sudah menikah dan kamu belum???
Then gue mikir. Isn’t that a regret that he should ask him self?

Kalopun emang Se nggak in-love ama dia, gue nggak menyesal. We’re just not meant to be. We were in love to each other then, but love didn’t choose us to be a couple. Love yang kita punya completely different, but still worth it. Dan yg paling penting gue nggak pernah meninggalkan Se saat dia butuh comfortness, butuh curhat, or just talking out of blue for things yang kita berdua sendiri nggak tahu tujuannya kemana. ;)
No lust attached … I’m still Se’s friend. That we’re like eyes. See things together, cry together, blink together, move together, though we never see each other. Hhmmm I want to keep it that way ..